Peningkatan Hasil Belajar PAI Materi Iman Kepada Kitab-kitab Allah Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Inside Outside Circle pada siswa Kelas VI SDN 105386 Tanjung Siporkis Tahun Pelajaran 2016/2017
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Masalah
Pendidikan agama Islam adalah usaha sadar dan
terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati
hingga mengimani, bertaqwa, dan berakhlak mulia dalam menjalankan ajaran agama
Islam yang bersumber dari kitab suci Al-Qur’an dan Hadits melalui kegiatan pembelajaran,
bimbingan dan latihan serta penggunaan pengalaman.
Untuk menjadikan siswa yang mampu memahami,
menghayati, mengimani serta mampu mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan
sehari-sehari atau dengan kata lain untuk mencapai hasil belajar yang maksimal
dalam proses pembelajaran, baik pada
aspek kognitif, afektif dan psikomotorik tentunya harus didukung oleh banyak
faktor, baik faktor yang berasal dari dalam diri siswa (internal), maupun
faktor yang berasal dari luar diri siswa (eksternal).
Faktor-faktor yang berasal dari dalam diri
siswa mulai dari, minat, motivasi, harapan, bakat, kecerdasan yang dimiliki oleh
siswa itu sendiri atau yang lainnya . Sedangkan faktor luar yang dapat
mendukung meningkatknya hasil belajar siswa, diantaranya adalah dengan
menghadirkan pembelajaran yang berkualitas. Dan pembelajaran yang berkualitas akan
hadir jika didukung oleh profesionalisme seorang guru dalam merancang dan
mengelolah kelas serta dapat menggunakan berbagai model, strategi, metode dan
media pembelajaran yang tepat dan inovatif dalam proses belajar mengajar di
dalam kelas.
Pengetahuan dan pemahaman siswa dipengaruhi oleh proses belajar
mengajar yang berlangsung. Proses belajar yang berkesan, menyenangkan dan
melibatkan keaktifan siswa dalam belajar akan menghasilkan daya serap siswa
terhadap materi ajar akan semakin tinggi. Dan sebaliknya jika terjadi kondisi
proses belejar mengajar dirasa siswa kurang menarik, tidak menyenangkan dan
siswa pasif maka hasil belajar yang diperoleh juga tidak akan optimal.
Kemampuan
siswa dalam menyebutkan nama-nama kitab-kitab Allah dan Rasul-rasul yang
menerimanya dengan baik dan benar serta menjelaskan Al-Qur’an Sebagai kita suci
tekhir adalah merupakan salah satu kemampuan yang harus
dimiliki oleh setiap siswa sebagai hasil belajar pada materi beriman kepada kitab-kitab
Allah di kelas VI SD. Karena dengan bisa menyebutkan nama-nama kitab
Allah dan juga bisa menyebutkan nama-nama rasul yang menerimanya serta memahami
penjelasan tentang Al-Qur’an sebagai kitab suci terakhir, akan semakin menambah
keyakinan siswa terhadap isi dari suci itu sendiri, yang akan berinplikasi pada
sikap dan perilaku mereka dalam kehidupan sehari-hari. Dimana materi beriman
kepada Kitab-kitab Allah merupakan materi yang sifatnya konsep dan prinsip,
yang di dalamnya siswa disamping dituntut untuk mampu menyebutkan nama-nama
kitab Allah SWT, mampu menyebutkan dan menghafalkan nama-nama rasul yang menerima
kitab-kitab Allah, siswa juga harus mampu menjelaskan tentang Al-Qur’an sebagai
kitab suci terakhir.
Berdasarkan
pengamatan yang dilakukan ternyata masih rendahnya hasil belajar siswa kelas VI
SDN 105386 Tanjung Siporkis yang terlihat dari data siswa yang menunjukkan
masih banyaknya siswa yang belum mencapai nilai KKM PAI yaitu 70 pada materi
Iman Kepada Kitab-Kitab Allah. Dari 27 orang siswa
yang beragama Islam di kelas VI terdapat 9 orang (34,62%) telah mencapai
ketuntasan sedangkan 18 orang (65,38 %) belum mencapai ketuntasan. Rendahnya hasil belajar
ini disebabkan adanya kendala yang terjadi pada saat proses pembelajaran
seperti guru hanya menjelaskan materi secara lisan tanpa adanya kegiatan yang
bersifat melibatkan keaktifan siswa, sehingga siswa mengalami kejenuhan. Dengan
kata lain, bahwa proses belajar mengajar hingga masih didominasikan oleh guru dan
tidak memberikan akses bagi anak didik untuk berkembang secara mandiri.
Materi
pelajaran yang umumnya bersifat pemahaman dan sebagian hafalan masih diajarkan
dengan banyak mencatat. Kondisi seperti ini dapat
menyebabkan daya ingat dan daya serap siswa kurang optimal, sehingga ketika
diadakan evaluasi hasil belajar yang diperoleh tidak maksimal atau kurang baik.
Belajar PAI seringkali
dipandang sebagian siswa sebagai materi yang kurang menarik dan membosankan,
apalagi belajar materi pelajaran yang berkaitan dengan hal-hal yang gaib atau
abstrak, hal ini karena penggunaan model
atau strategi pembelajaran yang kurang tepat. Untuk mengatasi permasalahan
tersebut perlu dicarikan solusi yang tepat untuk dapat membuat pembelajaran yang
lebih menyenangkan dan memotivasi siswa untuk mengikuti proses belajar dan
mendapatkan hasil belajar yang baik, diantaranya dengan menggunakan Model
pembelajaran kooperatif tipe Inside Outside Circle.
Model Pembelajaran Inside-Outside-Circle (Lingkaran
Kecil-Lingkaran Besar), dimana dalam pembelajaran ini diterapkan suatu metode
yang mengharuskan masing-masing peserta didik saling membagi informasi mengenai
materi, sesuai pemahamannya pada saat yang bersamaan, dengan pasangan yang
berbeda secara singkat dan teratur. Dengan
diterapkannya
model pembelajaran tersebut, maka peserta didik mau tidak mau harus memiliki kesimpulan mengenai materi terkait, serta
peserta didik sekaligus termotivasi untuk
terlibat secara aktif dalam pembelajaran.
Dengan demikian, pemilihan Model
Pembelajaran Inside-Outside-Circle
(Lingkaran Kecil-Lingkaran Besar) dipandang dapat mengatasi kebosanan dan kurangnya
antusiasme peserta didik, serta diharapkan dapat meningkatkan keaktifan dan kreativitas
peserta didik dalam mengikuti pembelajaran PAI yang akan berdampak pada
meningkatnya hasil balajar siswa.
Oleh karena itu, peneliti menganggap penting melakukan perbaikan pengajaran
dengan
menggunakan Model Pembelajaran Inside-Outside-Circle untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada Materi Iman
Kepada Kitab-kitab Allah mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dengan melakukan penelitian tindakan kelas
dengan judul
“Peningkatan
Hasil Belajar PAI Materi Iman Kepada Kitab-kitab Allah Dengan Menggunakan Model
Pembelajaran Inside Outside Circle pada siswa Kelas VI SDN
105386 Tanjung Siporkis Tahun Pelajaran 2016/2017”.
B.
Identifikasi
Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah
diuraikan di atas, maka dapat diidentifikasi masalah yang timbul sebagai
berikut:
1.
Rendahnya
hasil belajar Pendidikan Agama Islam pada materi beriman kepada hari akhir.
2.
Proses
pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang dilakukan guru di dalam kelas masih
kurang membangkitkan motivasi belajar siswa.
3.
Proses pembelajaran dirasakan kurang menarik
dan membosankan.
4.
Strategi
pembelajaran yang digunakan kurang bervariasi dan masih menjadikan belajar
kurang menarik dan membuat siswa cenderung kurang aktif.
C.
Rumusan
Masalah
Berdasarkan latar belakang dan batasan masalah
di atas, maka masalah yang akan diteliti dirumuskan sebagai berikut: “Apakah
Penggunaan Model Pembelajaran Inside Outside Circle dapat Meningkatkan Hasil
Belajar PAI Materi Iman Kepada Kitab-kitab Allah pada
siswa Kelas VI SDN 105386 Tanjung
Siporkis Kecamatan Galang T.P.2016/2017?”
D.
Tujuan
Penelitian
Sejalan dengan rumusan yang telah dikemukakan
di atas, maka tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan
menganalisis apakah Model
Pembelajaran Inside Outside Circle dapat Meningkatkan Hasil Belajar PAI Materi Iman Kepada Kitab-kitab Allah pada siswa Kelas VI SDN 105386 Tanjung Siporkis
Kecamatan Galang T.P.2016/2017.
E.
Manfaat
Penelitian
Manfaat
yang diharapkan dari hasil penelitan
ini antara lain:
a)
Bagi
siswa, untuk meningkatkan hasil belajar pendidikan agama Islam
b)
Bagi
guru, sebagai bahan informasi dan menambah wawasan berfikir guru dalam mengajar
dan mengembangkan strategi pembelajaran khusunya dalam pembelajaran PAI.
c)
Bagi
sekolah, Hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan acuan dan evaluasi dalam
meningkatkan mutu pembelajaran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar