Minggu, 13 Desember 2020

Aksi Nyata - Penerapan Pemikiran Ki Hajar Dewantara di Kelas dan di Sekolah

 Modul 1.1.a.10 Aksi Nyata - Penerapan Pemikiran Ki Hajar Dewantara di Kelas dan di Sekolah

OLEH : SUHARIANTO


Fasilitator Ibu Yetty Fatri Dewi    

Pendamping H.AISYAH HASIBUAN

 LATAR BELAKANG

Pembelajaran yang baik adalah pembelajaran yang bisa mengakomodir semua siswa dengan berbagai tipe gaya belajar yang berbeda-beda. Yaitu yang bisa mengaktifkan dalam pembelajaran  siswa dengan tipe belajar audio, visual dan juga kinestetik. Dan untuk untuk membuat pembelajaran yang baik tersebut, tentunya banyak model, strategi, metode, tehnik dan taktik pembelajaran yang bisa dipilih dan diterapkan dalam proses  pembelajaran, juga banyak media pembelajaran atau alat peraga yang bisa digunakan sesuai dengan berbagai pertimbangan dari berbagai aspek. Dan Menurut Pemikiran Ki Hajar Dewantara pembelajaran yang baik adalah pembelajaran yang mampu memberikan kebebasan kepada siswa untuk berkreasi, menemukan cipta, rasa dan karsa serta mampu mengembangkan minat serta bakatnya masing-masing sesuai kodrat alam dan kodrat zaman dan menumbuhkan budi pekerti yang luhur.

Dalam Pembelajaran di masa pendemi Covid.19 ini, tentunya harus mempertimbangkan banyak aspek agar pembelajaran benar-benar bisa burpusat pada murid, dan bisa sesuai dengan kodratnya yang dapat mengembangkan bakat dan potensi yang dimiliki siswa. Pembelajaran yang selama ini berjalan, yang hanya menggunakan pembelajaran daring melalui grouf WhatsApp dan media lainnya cenderung belum maksimal mendapatkan hasil belajar yang baik, disamping itu siswa juga banyak yang pasif dan mereka merasa jenuh dengan pembelajaran tersebut, pembelajaran bersifat individu dirumah masing-masing, dan tidak sedikit siswa yang belum memiliki gawai sehingga tidak bisa mengikuti pembelajaran yang dilakukan.

Dengan menerapkan Model Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning/PjBL) pada mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di Kelas VI, yang dilaksanakan baik secara daring, tatap muka terbatas di kelas, maupun home visit (kunjugan ke rumah siswa), diharapkan bisa menghasilkan pembelajaran yang membuat siswa aktif dalam pembelajaran, merasa senang dalam belajar dan dapat mengembangkan bakat dan potensi yang mereka miliki.

  

PERSIAPAN PELAKSANAAN AKSI NYATA

Sebelum melaksanakan aksi nyata, terelebih dahulu saya menyiapkan perencanaan pembelajaran, dan hal-hal yang mendukung dalam kegiatan aksi nyata, kemudian mengidentifikasi bakat dan minat yang dimiliki dari masing-masing siswa untuk dikolompokkan ke dalam beberapa kelompok dalam prosem pembelajaran aksinya nyata nantinya.

 

DESKRIPSI  DAN REALISAI AKSI NYATA YANG SAYA LAKUKAN

Penggunaan Model Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning/PjBL) dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekeri di kelas dengan menggabungkan variasi pembelajaran baik secara daring (Grouf WA), tatap muka terbatas di kelas (karena terkendala Jaringan dan fasilitas yang dimiliki siswa)  dan home visit dengan menggunakan protokol kesehatan. Dimana guru berupaya untuk menciptakan pembelajaran yang berpusat pada murid, membuat pembelajaran yang menyenangkan dan dapat mengembangkan bakat dan potensi siswa.

Dari jumlah  keseluruah siswa yaitu 28 orang anak di kelas VI. Guru membaginya kedalam beberapa kelompok, ada yang 5 orang dalam satu kelompok dan ada yang 6 orang dalam satu kelompok. Sebelum dibentuk kelompok, terlebih dahulu di identfikasi bakat dan minat atau kemauan masing-masing siswa menjadi tiga kategori, yaitu  bakat/kemauan dalam membuat puisi, membuat kaligrafi/menggambar dan membuat cerita atau naskah drama).

Materi yang diajarkan adalah yang berkaitan dengan Asmaul Husan (As-Shomad, Al-Baqi dan Al-Muqqdim), Materi diajarkan dengan penjelasan singkat di WathsApp Grouf, Pertemuan dan tatap muka terbatas untuk beberapa kelompok di ruangan kelas dan home Visit (Kunjungan Rumah) pada beberapa kelompok, setelah proses penjelasan materi pelajaran, Setiap Kelompok sesuai dengan Bakat dan Minatnya masing-masing diberi tugas dari hasil pemahaman terkait materi pelajaran Asmaul Husna (As-Shomad, Al-Baqi dan Al-Muqqdim) untuk menghasilkan sebuah produck dengan pilihan Membuat puisi, membuat kaligrafi/menggambar dan membuat cerita atau naskah drama).

HASIL DARI AKSI NYATA YANG DILAKUKAN

Hasil dari pelaksanaan aksi nyata melalui Model Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning/PjBL) dengan tehnik variasi pembelajaran baik secara daring (Grouf WA), tatap muka terbatas di kelas dan home visit (kunjungan ke rumah siswa) dapat  meningkatnya motivasi dan semangat siswa dalam belajar dan siswa merasa senang dalam belajar, karena dilaksanakan dengan prinsip belajar berpusat pada murid dengan menyesuaikan kemauan, bakat atau  minat siswa dalam pemberian tugas yang diberikan. Siswa terlihat lebih aktif dalam proses pembelajaran dan masing-masing kelompok mampu menghasilkan produck atau karya sesuai dengan bakat atau minat yang mereka miliki.

  

PEMBELAJARAN YANG DIDAPAT DARI PELAKSANAAN

Dalam pelaksanaan aksi nyata Model Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning/PjBL) dengan variasi tehnik pembelajaran , banyak pengalaman dan pembelajaran yang di didapat, diantaranya :

-          Setiap anak memiliki bakat dan  minat yang berbeda-beda dan perlu variasi pendekatan yang berbeda  pula dalam mengembangkan potensi mereka masing-masing.

-          Siswa senang berkreasi dan berinovasi jika pembelajaran atau tugas yang diberikan sesuai dengan bakat dan minat yang miliki

-          Hasil belajar yang baik akan diperoleh jika siswa merasa senang dalam pembelajaran, aktif dan kreatif serta muncul inovasi yang mereka miliki.

 

RENCANA PERBAIKAN UNTUK PELAKSANAAN DI MASA MENDATANG

Rencana perbaikan akan dilaksanakan kedepannya adalah  sebagai berikut:

-          Berusaha untuk lebih mengenali bakat dan minat yang dimiliki oleh masing-masing siswa

-    Meningkatkan kerjasama dengan orang tua/wali murid terkait pengembangkan bakat dan potensi yang dimiliki oleh setiap anak.

-    Memperbaiki pembelajaran yang lebih ramah anak dan memaksimalkan aktivitas anak dalam proses pembelajran serta menstimulus siswa untuk bisa berkreasi dan berinovasi




Dokumentasi proses dan hasil pelaksanaan








 













Tidak ada komentar:

Posting Komentar

ARTIKEL REFLEKSI PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK PADA MURID

    PGP-1-Kabupaten Deli Serdang-Suharianto-Aksi Nyata Paket Modul 3 Nama Program “Samusaman” (Satu Murid Satu Tanaman) Oleh : Suharianto Di...