Modul 1.1.a.10 Aksi Nyata - Penerapan Pemikiran Ki Hajar Dewantara di Kelas dan di Sekolah
OLEH : SUHARIANTO
Fasilitator Ibu Yetty
Fatri Dewi
Pendamping H.AISYAH HASIBUAN
LATAR BELAKANG
Pembelajaran yang baik adalah pembelajaran yang bisa mengakomodir
semua siswa dengan berbagai tipe gaya belajar yang berbeda-beda. Yaitu yang
bisa mengaktifkan dalam pembelajaran
siswa dengan tipe belajar audio, visual dan juga kinestetik. Dan untuk
untuk membuat pembelajaran yang baik tersebut, tentunya banyak model, strategi,
metode, tehnik dan taktik pembelajaran yang bisa dipilih dan diterapkan dalam
proses pembelajaran, juga banyak media
pembelajaran atau alat peraga yang bisa digunakan sesuai dengan berbagai
pertimbangan dari berbagai aspek. Dan Menurut Pemikiran Ki Hajar Dewantara
pembelajaran yang baik adalah pembelajaran yang mampu memberikan kebebasan
kepada siswa untuk berkreasi, menemukan cipta, rasa dan karsa serta mampu
mengembangkan minat serta bakatnya masing-masing sesuai kodrat alam dan kodrat
zaman dan menumbuhkan budi pekerti yang luhur.
Dalam Pembelajaran di masa pendemi
Covid.19 ini, tentunya harus mempertimbangkan banyak aspek agar pembelajaran
benar-benar bisa burpusat pada murid, dan bisa sesuai dengan kodratnya yang
dapat mengembangkan bakat dan potensi yang dimiliki siswa. Pembelajaran yang
selama ini berjalan, yang hanya menggunakan pembelajaran daring melalui grouf WhatsApp
dan media lainnya cenderung belum maksimal mendapatkan hasil belajar yang baik,
disamping itu siswa juga banyak yang pasif dan mereka merasa jenuh dengan
pembelajaran tersebut, pembelajaran bersifat individu dirumah masing-masing, dan
tidak sedikit siswa yang belum memiliki gawai sehingga tidak bisa mengikuti pembelajaran
yang dilakukan.
Dengan
menerapkan Model Pembelajaran
Berbasis Proyek (Project Based Learning/PjBL) pada mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan
Budi Pekerti di Kelas VI, yang dilaksanakan baik secara daring, tatap muka
terbatas di kelas, maupun home visit (kunjugan ke rumah siswa), diharapkan bisa
menghasilkan pembelajaran yang membuat siswa aktif dalam pembelajaran, merasa
senang dalam belajar dan dapat mengembangkan bakat dan potensi yang mereka
miliki.
PERSIAPAN
PELAKSANAAN AKSI NYATA
Sebelum
melaksanakan aksi nyata, terelebih dahulu saya menyiapkan perencanaan
pembelajaran, dan hal-hal yang mendukung dalam kegiatan aksi nyata, kemudian
mengidentifikasi bakat dan minat yang dimiliki dari masing-masing siswa untuk
dikolompokkan ke dalam beberapa kelompok dalam prosem pembelajaran aksinya
nyata nantinya.
DESKRIPSI DAN REALISAI AKSI
NYATA YANG SAYA LAKUKAN
Penggunaan
Model Pembelajaran Berbasis
Proyek (Project Based Learning/PjBL) dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam
dan Budi Pekeri di kelas dengan menggabungkan variasi pembelajaran baik secara
daring (Grouf WA), tatap muka terbatas di kelas (karena terkendala Jaringan dan fasilitas yang dimiliki siswa) dan home visit dengan menggunakan
protokol kesehatan. Dimana guru berupaya untuk menciptakan pembelajaran yang
berpusat pada murid, membuat pembelajaran yang menyenangkan dan dapat
mengembangkan bakat dan potensi siswa.
Dari
jumlah keseluruah siswa yaitu 28 orang
anak di kelas VI. Guru membaginya kedalam beberapa kelompok, ada yang 5 orang dalam
satu kelompok dan ada yang 6 orang dalam satu kelompok. Sebelum dibentuk
kelompok, terlebih dahulu di identfikasi bakat dan minat atau kemauan masing-masing
siswa menjadi tiga kategori, yaitu bakat/kemauan
dalam membuat puisi, membuat kaligrafi/menggambar dan membuat cerita
atau naskah drama).
Materi
yang diajarkan adalah yang berkaitan dengan Asmaul Husan (As-Shomad, Al-Baqi
dan Al-Muqqdim), Materi diajarkan dengan penjelasan singkat di WathsApp Grouf,
Pertemuan dan tatap muka terbatas untuk beberapa kelompok di ruangan kelas dan
home Visit (Kunjungan Rumah) pada beberapa kelompok, setelah proses penjelasan
materi pelajaran, Setiap Kelompok sesuai dengan Bakat dan Minatnya
masing-masing diberi tugas dari hasil pemahaman terkait materi pelajaran Asmaul
Husna (As-Shomad, Al-Baqi dan Al-Muqqdim) untuk menghasilkan sebuah
produck dengan pilihan Membuat puisi, membuat kaligrafi/menggambar
dan membuat cerita atau naskah drama).
HASIL DARI AKSI NYATA YANG DILAKUKAN
Hasil
dari pelaksanaan aksi nyata melalui Model Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning/PjBL) dengan
tehnik variasi pembelajaran baik secara daring (Grouf WA), tatap muka terbatas di
kelas dan home visit (kunjungan ke rumah siswa) dapat meningkatnya motivasi dan semangat siswa dalam
belajar dan siswa merasa senang dalam belajar, karena dilaksanakan dengan
prinsip belajar berpusat pada murid dengan menyesuaikan kemauan, bakat atau minat siswa dalam pemberian tugas yang
diberikan. Siswa terlihat lebih aktif dalam proses pembelajaran dan masing-masing
kelompok mampu menghasilkan produck atau karya sesuai dengan bakat atau minat
yang mereka miliki.
PEMBELAJARAN YANG DIDAPAT DARI PELAKSANAAN
Dalam
pelaksanaan aksi nyata Model Pembelajaran
Berbasis Proyek (Project Based Learning/PjBL) dengan variasi tehnik pembelajaran
, banyak
pengalaman dan pembelajaran yang di didapat, diantaranya :
-
Setiap anak
memiliki bakat dan minat yang
berbeda-beda dan perlu variasi pendekatan yang berbeda pula dalam mengembangkan potensi mereka
masing-masing.
-
Siswa senang berkreasi
dan berinovasi jika pembelajaran atau tugas yang diberikan sesuai dengan bakat
dan minat yang miliki
-
Hasil belajar yang
baik akan diperoleh jika siswa merasa senang dalam pembelajaran, aktif dan
kreatif serta muncul inovasi yang mereka miliki.
RENCANA PERBAIKAN UNTUK PELAKSANAAN DI MASA MENDATANG
Rencana
perbaikan akan dilaksanakan kedepannya adalah
sebagai berikut:
-
Berusaha untuk lebih mengenali bakat dan minat
yang dimiliki oleh masing-masing siswa
- Meningkatkan kerjasama dengan orang tua/wali murid terkait pengembangkan bakat dan potensi yang dimiliki oleh setiap anak.
- Memperbaiki pembelajaran yang lebih ramah anak dan memaksimalkan aktivitas anak dalam proses pembelajran serta menstimulus siswa untuk bisa berkreasi dan berinovasi






Tidak ada komentar:
Posting Komentar