JURNAL MONOLOG
Oleh : Suharianto
Dibimbing: Fasilitator : 31-YETTY FATRI DEWI
Pendamping : 103-H. Aisyah Hasibuan
·
Bagaimana
Anda nanti akan mentransfer dan menerapkan pengetahuan yang Anda dapatkan di
program guru penggerak ini di sekolah/lingkungan asal Anda?
Alhamdulillah sudah banyak sekali ilmu
pengetahuan dan pengalaman yang saya dapatkan dari program guru penggerak
selama beberapa bulan ini, mulai dari konsep Filosofi Pendidikan
Indonesia menurut Ki Hadjar Dewantara, Nilai dan Peran Guru
Penggerak, Visi Guru Penggerak, Penerapan Budaya Positif,
Memenuhi Kebutuhan Belajar Murid Melalui Pembelajaran
Berdiferensiasi dalam proses pembalajaran, Pembelajaran Sosial
dan Emosional terhadap murid, pemahaman tentang konsep dan praktik
coaching di lingkungan sekolah dan saat ini sedang mempelajari modul
tengtang pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran .
Dari sekian banyak pengetahuan yang sudah
saya dapatkan dari program guru penggerak, tentunya sebagai calon guru
penggerak saya harus mentransfernya kepada rekan-rekan guru atau kepala sekolah
di sekolah tempat saya bertugas, agar mereka juga (Kepala Sekolah dan Rekan
Guru) sebagai bagian dari warga sekolah dapat menerima dan mengetahui
pengetahuan yang saya dapatkan dari program guru penggerak ini, dan
sebagai calon guru penggerak tentunya juga harus menerapkan pengetahuan ini
dengan sebaik-baiknya di dalam proses pembelajaran agar dapat meningkatkan
kualitas pembelajaran yang lebih baik kedepannya, sehingga terwujud merdeka
belajar dan pendidikan yang berpihak pada murid yang akan menghasilkan
murid-murid yang memiliki profil pelajar Pancasila.
Beberapa cara yang akan saya lakukan di sekolah terkait mentransfer
dan menerapkan pengetahuan yang saya dapatkan di program guru
penggerak ini adalah :
· Menerapkan pengetahuan yang sudah saya peroleh dari program guru penggerak dengan sebaik-baiknya, baik di dalam kelas di saat pembelajaran atau dilingkungan sekolah dan berusaha bisa menjadi contoh bagi rekan-rekan guru yang lain di sekolah.
· Menyampaikan kepada rekan-rekan guru dan kepala sekolah melalui obrolan santai saat jam istirahat atau dalam pertemuan formal melalui sosialisasi di sekolah terkait pengetahuan yang sudah saya dapatkan dari program guru penggerak, serta mengajak mereka sebagai bagian warga sekolah untuk dapat menerapkan juga di kelas masing-masing dalam pembiasaaan budaya positif, penerapan pembelajaran berdiferensiasi dan pembelajaran sosial dan emosional kepada murid.
· Melakukan koordinasi dan komunikasi dengan kepala sekolah, agar bisa menggunakan visi sekolah berdasarkan visi dalam guru penggerak
· Selain akan menyampaikan atau membagikan pengetahuan yang sudah diperoleh dari program guru penggerak di lingkungan sekolah, saya juga sebagai Ketua KKG PAI SD Kab.Deli Serdang akan berupaya bisa mensosialisasikan pengetahuan ini kepada rekan-rekan pengurus KKG dan Guru-guru PAI secara lebih luas di Kabupaten Deli Serdang, melalui pertemuan-pertemuan secara daring atau pertemuan-pertemuan terbatas nantinya.
· Terus melakukan refleksi dan evaluasi terhadap apa yang sudah saya lakukan dalam mentransfer dan menerapkan pengetahuan yang sudah saya dapatkan di program guru penggerak ini di sekolah
·
Apa
langkah-langkah awal yang akan Anda lakukan untuk memulai mengambil keputusan
berdasarkan pemimpin pembelajaran?
Dalam mengambil sebuah keputusan sebagai
pemimpin pembelajaran, saya harus mempertimbangkan beberapa hal, mulai dari
melihat apakah kasus yang akan diambil keputusan atau kebijakan tersebut
termasuk unsur dilema etika atau bujukan moral, jika itu masalah itu termasuk
kedalam bujukan moral maka saya akan melakukan pengambilan keputusan yang
mengandung unsur kebenaran. Namun apabila masalah atau kasus tersebut
mengandung unsur dilema etika, maka ada beberapa hal yang akan saya lakukan ,
yaitu dengan menggunakan 9 Langkah pengambilan dan
pengujian keputusan :
1) Mengenali bahwa apakah ada nilai-nilai
yang saling bertentangan dalam situasi ini.
2) Menentukan siapa yang terlibat dalam
situasi ini.
3) Kumpulkan fakta-fakta yang relevan dengan
situasi ini
4) Pengujian benar atau salah
· Uji Legal
Mempertanyakan kelegalannya yang menyangkut aspek pelanggaran
hukum. Bila jawabannya adalah iya, maka pilihan yang ada bukanlah antara benar
lawan benar, namun antara benar lawan salah.
· Uji Regulasi/Standar Profesional
Melihat bagaimana dalam aspek yang menjadi pertimbangan apakah ada
pelanggaran peraturan atau kode etik. Kita tidak bisa dihukum karena melanggar
kode etik profesi,, tapi kita akan kehilangan respek sehubungan dengan profesi
Anda.
· Uji Intuisi
Langkah ini mengandalkan tingkatan perasaan dan intuisi Anda dalam
merasakan apakah ada yang salah dengan situasi ini
· Uji Halaman Depan Koran
Mempertimbangkan perasaan bila keputusan ini dipublikasikan pada
halaman depan dari koran dan sesuatu yang merupakan ranah pribadi Anda
tiba-tiba menjadi konsumsi masyarakat.
· Uji Panutan/Idola
Dalam langkah ini, saya akan membayangkan apa yang akan
dilakukan, oleh seseorang yang merupakan panutan saya dalam mengambil sebuah
keputusan.
5) Pengujian
Paradigma Benar lawan Benar, dengan mempertimbangkan 4 Paradigma
Pengambilan Keputusan yaitu
a. Individu lawan
masyarakat (individual vs community)
b. Rasa keadilan
lawan rasa kasihan (justice vs mercy)
c. Kebenaran lawan
kesetiaan (truth vs loyalty)
d. Jangka pendek lawan jangka
panjang (short term vs long term)
6) Melakukan Prinsip Resolusi, dengan mempertimbangkan
3 Prinsip Pengambilan Keputusan :
a. Berpikir Berbasis Hasil Akhir (Ends-Based Thinking)
Yaitu pengambilan keputusan yang dilakukan karena itu yang terbaik untuk kebanyakan orang
b. Berpikir
Berbasis Peraturan (Rule-Based Thinking)
Yaitu Pengambilan keputusan dengan mengikuti prinsip atau aturan-aturan
yang telah ditetapkan
c. Berpikir
Berbasis Rasa Peduli (Care-Based Thinking)
Yaitu memutuskan Sesuatu dengan pemikiran apa yang kita harapkan orang
lain lakukan terhadap diri kita.
7) Investigasi Opsi Trilema
Melihat opsi
kreatif yang bisa dilakukan dalam mengambil sebuah keputusan
8) Membuat Keputusan yang tepat
9) Melihat lagi keputusan dan Merefleksikan
Demikianlah beberapa langkah-langkah yang akan saya lakukan dalam
mengambil sebuah keputusan sebagai pemimpin pembelajaran
·
Mulai
kapan Anda akan menerapkan langkah-langkah tersebut, hari ini, besok, minggu
depan, hari apa? Catat rencana Anda, sehingga Anda tidak lupa.
Saya akan memulai menerapkan
langkah-langkah tersebut sesegera mungkin, jika menemukan masalah atau kasus
dilema etika dalam diri saya sendiri, pada murid-murid saya di dalam pembelajaran,
kemudian saya akan mengembangkan ke komunitas lingkungan saya, yaitu komunitas
praktis sekolah yang sudah kami bentuk, yang selanjutkanya diterapkan ke
Komunitas Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam Sekolah Dasar (KKG
PAI SD) tingkat Kecamatan dan Komunitas KKG PAI Kabupaten Deli Serdang secara
umum, dimana saya sebagai ketua Komunitas di dalamnya. Dalam setiap pengambilan
keputusan, saya akan berusaha konsisten dengan tahapan-tahapan tersebut agar
dalam pengambilan keputusan bisa berjalan dengan tepat,efektif, baik dan benar.
·
Siapa
yang akan menjadi pendamping Anda, dalam menjalankan pengambilan keputusan
sebagai pemimpin pembelajaran? Seseorang yang akan menjadi teman diskusi Anda
untuk menentukan apakah langkah-langkah yang Anda ambil telah tepat dan efektif
Orang-orang yang akan menjadi pendamping saya dalam menjalankan pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran yaitu, Kepala Sekolah saya sebagai pimpinan di sekolah, rekan-rekan guru di sekolah, rekan-rekan pengurus KKG PAI, dan rekan-rekan CGP di Kabupaten Deli Serdang yang akan menjadi teman diskusi saya untuk menentukan apakah langkah-;langkah yang saya ambil telah tepat dan efektif
Tidak ada komentar:
Posting Komentar